+86-13812067828
Kebanyakan radiator terbuat dari baja , besi cor , atau aluminium dalam sistem pemanas rumah, dan terutama aluminium (atau lebih tua tembaga/kuningan ) dalam pendinginan otomotif. Setiap material mengubah seberapa cepat radiator memindahkan panas, berapa lama radiator tetap hangat setelah dimatikan, cara menangani korosi, dan seberapa mudah perbaikannya.
Tugas radiator adalah memindahkan panas dari air panas (atau cairan pendingin) ke udara ruangan (atau udara luar). Pemilihan material mempengaruhi tiga hasil praktis: kecepatan respons , retensi panas , dan daya tahan .
Konduktivitas termal yang lebih tinggi memindahkan panas melalui logam lebih cepat. Sebagai patokan kasar pada suhu ruangan: tembaga ≈ 385 W/m·K , aluminium ≈ 205 W/m·K , dan baja karbon tipikal ≈ 45–50 W/m·K . Dalam praktiknya, aliran udara, desain sirip, dan luas permukaan seringkali sama pentingnya dengan logam dasar.
Bahan yang lebih berat (terutama besi cor) menyimpan lebih banyak panas. Hal ini berarti pemanasan lebih lambat, namun dapat tetap mengeluarkan panas lebih lama setelah boiler atau sirkulator dimatikan—berguna pada bangunan berangin atau di mana kenyamanan tetap lebih diutamakan.
Sistem loop tertutup umumnya stabil, namun masuknya oksigen (dari seringnya pengisian ulang, kebocoran, atau pipa non-penghalang) meningkatkan risiko korosi—terutama pada baja. Sistem logam campuran juga dapat menimbulkan korosi galvanik jika inhibitor tidak digunakan dengan benar. Kesimpulan praktisnya: pilihan bahan harus sesuai dengan kualitas air dan kebiasaan pemeliharaan sistem Anda .
Baja adalah bahan yang paling umum untuk radiator panel hidronik modern karena kuat, hemat biaya, dan mudah diproduksi menjadi panel tipis dengan sirip konvektor. Banyak yang dibuat dari pabrik dengan lapisan tahan lama (misalnya lapisan bubuk) untuk menahan korosi eksternal.
Radiator besi cor berat, tebal, dan terkenal tahan lama. Fitur menonjolnya adalah retensi panas: setelah panas, bahan ini memberikan kehangatan yang stabil dan pendinginan perlahan. Hal ini diinginkan di rumah tua dengan siklus ketel uap yang terputus-putus.
Radiator aluminium memanas dan mendingin dengan cepat serta dapat menghasilkan output tinggi dengan volume air lebih rendah. Mereka populer dalam sistem yang dirancang untuk respons kontrol cepat, seperti modulasi boiler dan tata letak zona-berat.
Pada kendaraan, “radiator” biasanya berarti penukar panas berpendingin udara untuk cairan pendingin mesin. Mobil modern sangat banyak digunakan aluminium radiators karena ringan, hemat biaya dalam skala besar, dan mampu menangani getaran dengan baik. Banyak desain yang memasangkan inti aluminium tangki ujung plastik untuk mengurangi berat dan biaya produksi.
Radiator tembaga/kuningan kurang umum digunakan pada kendaraan penumpang modern, namun tetap relevan dalam konteks restorasi, spesialisasi, dan tugas berat tertentu. Konduktivitas termal tembaga yang tinggi merupakan keunggulan nyata di atas kertas; di lapangan, kemampuan perbaikan seringkali menjadi faktor penentu.
Ketika orang bertanya terbuat dari apa radiator, yang sering mereka maksud adalah logam inti—tetapi kinerja dan masa pakainya juga bergantung pada pelapis, segel, dan sambungan kayu.
Katup radiator termostatik (TRV), katup pembuangan, dan sambungan umumnya terbuat dari kuningan dengan segel polimer. Di mobil, leher selang dan kerutan tangki bergantung pada gasket yang dirancang untuk siklus termal; kebocoran sering kali disebabkan oleh segel, bukan kegagalan logam.
| Bahan | Penggunaan yang umum | Konduktivitas termal (kira-kira) | Keuntungan utama | Batasan utama |
|---|---|---|---|---|
| Baja | Radiator panel rumah | ~45–50 W/m·K | Hemat biaya, kuat | Korosi internal jika teroksigenasi |
| Besi cor | Radiator rumah tradisional | ~50 W/m·K (bervariasi) | Massa termal tinggi, umur panjang | Sangat berat, responnya lambat |
| Aluminium | Radiator rumah & otomotif | ~205 W/m·K | Ringan, respon cepat | Membutuhkan inhibitor yang kompatibel |
| Tembaga | Radiator kendaraan tua/khusus | ~385 W/m·K | Konduktivitas sangat tinggi, dapat diperbaiki | Lebih berat dan seringkali lebih mahal |
| Kuningan (paduan) | Tangki/fitting, inti radiator lama | ~100–120 W/m·K | Perlengkapan tahan lama, dapat disolder | Konduktivitas lebih rendah dari tembaga |
Jika Anda tidak yakin terbuat dari apa radiator Anda, pemeriksaan ini biasanya akan mempersempitnya dengan cepat. Gunakan akal sehat dan hindari menggores permukaan akhir yang terlihat.
Bahan “terbaik” bergantung pada apa yang paling Anda hargai: daya tanggap, stabilitas, anggaran, berat, atau kemudahan perbaikan. Pilihan di bawah ini membuat keputusan tetap praktis.
Aturan praktisnya: jika kualitas air sistem Anda tidak menentu atau Anda sering perlu mengisi ulang, prioritaskan pengendalian korosi yang kuat (inhibitor, penghilangan udara, perbaikan kebocoran) selain bahan radiator itu sendiri.
Radiator lebih sering rusak karena kondisi sistem dibandingkan karena “logam buruk”. Praktik-praktik ini mengurangi mode kegagalan yang paling umum di seluruh material.